Laman

Tampilkan postingan dengan label Berita Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Mei 2010

Cacing 3 KG dikeluarkan dari tubuh anak kecil









Hasil Operasi : sekitar 3 KG Cacing jenis Ascaris lumbricoides
(estimasi sekitar 500-1000 cacing)


Etiologi
Cacing jantan berukuran sekitar 10-30 cm, sedangkan betina sekitar 22-35 cm. Pada cacing jantan ditemukan spikula atau bagian seperti untaian rambut di ujung ekornya (posterior). Pada cacing betina, pada sepertiga depan terdapat bagian yang disebut cincin atau gelang kopulasi.

Cacing dewasa hidup pada usus manusia. Seekor cacing betina dapat bertelur hingga sekitar 200.000 telur per harinya. Telur yang telah dibuahi berukuran 60 x 45 mikron. Sedangkan telur yang tak dibuahi, bentuknya lebih besar sekitar 90 x 40 mikron. Telur yang telah dibuahi inilah yang dapat menginfeksi manusia.

PATOFISIOLOGI siklus



Pada tinja penderita askariasis yang membuang air tidak pada tempatnya dapat mengandung telur askariasis yang telah dubuahi. Telur ini akan matang dalam waktu 21 hari. bila terdapat orang lain yang memegang tanah yang telah tercemar telur Ascaris dan tidak mencuci tangannya, kemudian tanpa sengaja makan dan menelan telur Ascaris.

Telur akan masuk ke saluran pencernaan dan telur akan menjadi larva pada usus. Larva akan menembus usus dan masuk ke pembuluh darah. Ia akan beredar mengikuti sistem peredaran, yakni hati, jantung dan kemudian di paru-paru.

Pada paru-paru, cacing akan merusak alveolus, masuk ke bronkiolus, bronkus, trakea, kemudian di laring. Ia akan tertelan kembali masuk ke saluran cerna. Setibanya di usus, larva akan menjadi cacing dewasa.

Cacing akan menetap di usus dan kemudian berkopulasi dan bertelur. Telur ini pada akhirnya akan keluar kembali bersama tinja. Siklus pun akan terulang kembali bila penderita baru ini membuang tinjanya tidak pada tempatnya.


Diagnosis
Diagnosis askariasis dilakukan dengan menemukan telur pada tinja pasien atau ditemukan cacing dewasa pada anus, hidung, atau mulut.

Gejala Klinis
Gejala klinis akan ditunjukkan pada stadium larva maupun dewasa.

Pada stadium larva, Ascaris dapat menyebabkan gejala ringan di hati dan di paru-paru akan menyebabkan sindrom Loeffler. Sindrom Loeffler merupakan kumpulan tanda seperti demam, sesak nafas, eosinofilia, dan pada foto Roentgen thoraks terlihat infiltrat yang akan hilang selama 3 minggu.

Pada stadium dewasa, di usus cacing akan menyebabkan gejala khas saluran cerna seperti tidak nafsu makan, muntah-muntah, diare, konstipasi, dan mual. Bila cacing masuk ke saluran empedu makan dapat menyebabkan kolik atau ikterus. Bila cacing dewasa kemudian masuk menembus peritoneum badan atau abdomen maka dapat menyebabkan akut abdomen.

Pengobatan
Pengobatan askariasis dapat digunakan obat-obat sepreti pirantel pamoat, mebendazol, albendazol, piperasin.

Pencegahan
Di Indonesia, prevalensi askariasis tinggi, terutama pada anak-anak. Penyakit ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan yang baik. Pemakaian jamban keluarga dapat memutus rantai siklus hidup Ascaris lumbricoides ini.

Sabtu, 24 April 2010

Penyakit Langka Progeria

Progeria merupakan penyakit kesalahan kode genetik (terjadi mutasi), tepatnya kelainan protein (Lamin A) di sekitar inti sel atau menurut para ahli lainnya kesalahan terdapat di kromosom nomor 1, pada seseorang yang mengakibatkan penuaan dini sebelum waktunya.Progeria merupakan penyakit kesalahan kode genetik (terjadi mutasi), tepatnya kelainan protein (Lamin A) di sekitar inti sel atau menurut para ahli lainnya kesalahan terdapat di kromosom nomor 1, pada seseorang yang mengakibatkan penuaan dini sebelum waktunya.

Progeria terdiri atas dua jenis yaitu sindrom Hutchinson-Gliford (progeria masa kanak-kanak) dan sindrom Werner (progeria masa dewasa)

Progeria masa kanak-kanak atau yang disebut sebagai sindroma Hutchinson-Gliford ditandai dengan adanya kegagalan pertumbuhan pada tahun pertama kehidupan.

Tampak dengan jelas adanya ketidakseimbangan ukuran tubuh (kecil atau cenderung kurus), kulit terlihat keriput, pertumbuhan gigi terlambat atau bahkan tidak ada sama sekali, kemampuan bergerak sangat terbatas, dan beberapa ciri-ciri lainnya.

Biasanya, penderita hanya sanggup bertahan hidup sampai awal usia remaja, rata-rata hingga usia 13-14 tahun.

Para penderita seringkali mengalami aterosklerosis progresif (kelainan penyumbatan pembuluh darah) seperti yang biasa tampak pada individu lanjut usia.

Hal ini dapat mengakibatkan stroke atau serangan jantung yang berujung pada kematian.

Hingga saat ini belum ditemukan pengobatan dan pencegahan yang tepat untuk penanganan kasus progeria ini.
klik ini dulu








Rabu, 21 April 2010

Manusia Berdarah Langka Selamatkan Jutaan Nyawa Bayi



Kematian bayi karena penyakit rhesus darah sering terjadi karena sulitnya mencari donor darah langka tersebut. Salah satu yang memiliki darah langka itu adalah James Harrison. Pria tua itu telah menyelamatkan nyawa jutaan bayi karena darahnya yang istimewa.



James Harrison pria Australia berusia 74 tahun, telah menjadi donatur darah selama 56 tahun. Darahnya yang tergolong jenis langka telah menyelamatkam dua juta lebih nyawa bayi. Karena kebaikannya, dia dijuluki 'manusia bertangan emas' atau 'manusia dalam dua juta orang'.



Harrison telah memberikan darah tiap beberapa minggu sekali sejak ia berusia 18 tahun, dan kini total sudah 948 sumbangan darahnya.



Dia telah membantu banyak ibu melahirkan bayi yang sehat, termasuk juga menjadi donor untuk bayi anaknya sendiri, Tracey. Kini bayi Tracey bisa tumbuh sehat berkat darah kakeknya.



Harrison memiliki antibodi dalam plasmanya, yang menghentikan kematian bayi akibat penyakit Rhesus, yaitu salah satu penyebab penyakit hemolitik pada bayi baru lahir dan merupakan suatu bentuk anemia yang parah. Darahnya telah mengarah pada pengembangan vaksin yang disebut Anti-D.



"Saya tidak akan pernah berhenti. Tidak akan pernah," kata Harrison yang berjanji pada dirinya sendiri untuk menjadi pendonor sejak usianya 14 tahun, setelah ia menjalani pembedahan dada mayor yang membutuhkan 13 liter darah, seperti dilansir dari Dailymail.



Menurutnya, ia harus berada di rumah sakit selama tiga bulan saat menjalani pembedahan. Darah yang ia terima telah menyelamatkan hidupnya, dan sejak itu ia berjanji akan memberikan darahnya ketika ia berusia 18 tahun.



Tepat setelah ia mulai menyumbangkan darahnya, ia mengetahui bahwa darahnya adalah jenis yang langka dan terdapat antibodi penyelamat di dalamnya.



Pada waktu itu, ribuan bayi di Australia sekarat tiap tahunnya karena penyakit Rhesus. Bayi yang baru lahir lainnya menderita kerusakan otak permanen karena kondisi tersebut.



Penyakit ini menciptakan ketidakcocokan antara darah ibu dan bayinya yang belum lahir. Ini dikarenakan salah satu dari mereka memiliki Rh-positif (memiliki antigen D) dan lainnya Rh-negatif (tidak memiliki antigen D).



Setelah tipe darahnya ditemukan, Harrison menawarkan diri untuk menjalani serangkaian tes untuk membantu mengembangkan vaksin anti-D. Harrison memiliki Rh-negatif dan ia diberikan suntikan darah Rh-positif.



Harrison telah memberikan darahnya pada ratusan ribu perempuan. Ia juga memberikan darahnya pada bayi setelah mereka dilahirkan untuk menghentikan mengembangan penyakit. Diperkirakan, ia telah menyelamatkan 2,2 juta bayi sampai saat ini.



Darah Harrison dianggap begitu istimewa. Hidupnya telah diasuransikan untuk satu juta dolar Australia.



"Saya tidak takut. Saya senang membantu. Saya harus menandatangani setiap bentuk pendonoran dan pada dasarnya menandatangi kehidupan saya," kata Harrison.