Laman

Rabu, 19 Mei 2010

PSIKOSOMATIS


PSIKOSOMATIS
dr. Agustina Sjenny, Sp.KJ
PENDAHULUAN
Gangguan jiwa :
Tidak semua perubahan perilaku, pikiran, atau perasaan yang nampak/bermanifestasi tidak lazim, atau “menyimpang”
Bila memenuhi kriteria gangguan jiwa.

Gangguan Jiwa
Suatu kelompok gejala atau perilaku (yang bermakna), dan dapat ditemukan secara klinis dan yang disertai dengan penderitaan (distress) pada kebanyakan kasus, dan yang berkaitan dengan terganggunya fungsi (disfungsi) seseorang.
Gangguan Jiwa
Fisik  Jiwa, Jiwa  Fisik
Pemeriksaan secara komprehensif, evaluasi multiaksial meliputi :
  1. Aksis I : Gangguan Jiwa
  2. Aksis II : Ciri Kepribadian atau Ggn Kepribadian
  3. Aksis III : Kondisi atau Penyakit Fisik/Medik
  4. Aksis IV : Stresor psikososial
  5. Aksis V : Kemampuan Adaptasi Psikososial Tertinggi dlm 1 th terakhir
Penggolongan Gangguan Jiwa (PPDGJ III)
  • F0 : GMO, termasuk Gangguan Mental Simptomatik
  • F1 : Ggn Mental & Perilaku Akibat Zat Psikoaktif
  • F2 : Skizofrenia, Ggn Skizotipal dan Ggn Waham
  • F3 : Gangguan Suasana Perasaan (Mood/Afektif)
  • F4 : Ggn Neurotik, Ggn Somatoform dan Ggn ~ Stres
  • F5 : Sind Tingkah Laku yg Berhub dg Ggn Fisiologis & Fisik
  • F6 : Gangguan Kepribadian dan Perilaku Masa Dewasa
  • F7 : Retardasi Mental
  • F8 : Gangguan Perkembangan Psikologis
  • F9 : Ggn Perilaku & Emosional dg Onset Biasanya pd Masa kanak dan Remaja

F4 : Ggn Neurotik, Ggn Somatoform dan Ggn yg Berkaitan dg Stres
Ciri khas :
Kecemasan,
Fobia,
Obsesif-kompulsif,
Reaksi terhadap stres,
Disosiatif, atau
Somatoform
Latar belakang : faktor psikologis (??)

F45 : Gangguan Somatoform
Ciri khas :
keluhan gejala fisik yang berulang
permintaan pemeriksaan medis, walaupun negatif
Onset dan kelanjutan gejala berkaitan dengan peristiwa kehidupan yang tidak menyenangkan atau konflik-konflik
Pasien menyangkal/menolak membahas
Gejala anxietas dan depresi : ±

F45 : Gangguan Somatoform
Yang termasuk dalam golongan ini :

F45.0 : Gangguan Somatisasi
F45.1 : Gangguan Somatisasi tak Terinci
F45.2 : Gangguan Hipokondrik
F45.3 : Disfungsi Autonomik Somatoform
F45.4 : Ggn Nyeri Somatoform Menetap
F45.8 : Gangguan Somatoform Lainnya

Psikosomatis
Psikosomatis/somatisasi :
Ggn psikis yang tampil dalam bentuk gejala-gejala fisik.
Penyakit fisik yang disebabkan oleh pikiran negatif dan/atau masalah emosi seperti stres, depresi, kecewa, kecemasan, rasa berdosa, dan emosi negatif lainnya.
Psikosomatis

Gejala :
Pegal-pegal, nyeri, mual, muntah, kembung, sendawa
Kulit gatal, kesemutan, mati rasa, pedih seperti terbakar, dan sebagainya.
Berlangsung lama dan berulang-ulang serta berganti-ganti atau berpindah-pindah tempat  mengganggu  sering ke dokter.

Psikosomatis
Pasien psikosomatis :
sulit membedakan apakah penyakit yang diderita itu psikosomatis atau disebabkan gangguan organis biasa, apalagi jika masalah emosi/pikiran penyebab sakit itu tidak disadari.

Psikosomatis
Gangguan psikosomatis >> usia awal 30-an.
Anak-anak bisa terhindar dari gangguan ini karena belum memiliki beban pikiran seperti orang dewasa.

Terapi :
Farmakoterapi
Psikoterapi

Contoh Kasus
Heru. Pria 38 tahun ini dirujuk ke Poli Jiwa dan Poli Penyakit Dalam dengan keluhan maag dan sakit di dada. Keluhan makin terasa menyiksa ketika obat maag dari dokter tidak lagi mempan mengatasi nyeri lambungnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh tidak ditemukan gangguan. Ahli penyakit dalam menduga Heru mengalami gangguan psikosomatis dan merujuknya ke bagian jiwa.

Contoh Kasus
Wawancara : Heru selalu memikirkan sahamnya dan takut kehilangan uang tersebut. Ia memiliki latar belakang keluarga yang pas-pasan, sehingga uang sangat berarti baginya. Beban pikiran itu bermanifestasi menjadi keluhan fisik berupa nyeri lambung.

Contoh Kasus
Dalam bbrp bln ini hampir setiap bln Sally (29) menemui dokter. Ia khawatir hal terburuk terjadi pada dirinya, kanker.
Konsultan komputer yang tinggal di Atlanta, AS, ini sudah lebih dari 3 th menderita sakit perut kronis dan sakit kepala.
Anehnya, dokter belum juga menemukan penyakit yang dideritanya. Karena itu ia setuju dilakukan serangkaian pemeriksaan sekali lagi.

Contoh Kasus
Dengan gugup Sally meremas-remas tisu di tangannya sambil menantikan vonis dokter. Tapi ternyata pemeriksaan menunjukkan hasil negatif.
Hal yang semestinya menggembirakan itu justru mengesalkan karena berarti penderitaannya masih akan berlanjut.
"Kami tak menemukan penyakit Anda. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Anda benar-benar sehat," kata dokter itu sambil menaruh berkas laporan itu di meja kerjanya.

Contoh Kasus
Setengah putus asa seminggu kemudian, Sally menemui dokter lain. Kali ini masih tentang penyakit "aneh"nya yang tak kunjung sembuh itu.
Oleh dokter yang terakhir ini ia dinyatakan menderita somatisasi, yaitu manifestasi penderitaan emosional dalam bentuk gejala fisik yang tidak jelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar