Laman

Selasa, 20 April 2010

Konsep Dasar Kepribadian

Materi 2
KONSEP DASAR KEPRIBADIAN
DEFINISI KEPRIBADIAN

Kepribadian disebut “personality” dari kata “persona” yaitu topeng. Persona kemudian mengacu pada gambaran sosial atau peran tertentu pada diri individu.
Koswara (1991), kepribadian adl bagaimana individu menampilkan dan menimbulkan kesan bagi individu lain.
Freud yang dikutip oleh Koswara (1991), kepribadian adl suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem, yakni id, ego, dan super ego.
Maramis (1999), kepribadian adl keseluruhan pola pikiran, perasaan, dan perilaku yang sering digunakan oleh seseorang dalam usaha adaptasi yang terus menerus terhadap hidupnya.


STRUKTUR KEPRIBADIAN
FREUD (1856-1939)
    Das es (Id):
Sistem kepribadian yang asli (orisinil), dibawa sejak lahir
Sifatnya buta, tidak rasional
Merupakan komponen kebutuhan yang harus dipenuhi
Merupakan prinsip kenikmatan
    Das Ich (Ego)
   Merupakan “Polisi Lalu Lintas” bagi id dan Super   ego.
Bekerja berdasarkan prinsip realita.
Berfungsi untuk mereduksi tegangan yang timbul dalam diri organisme.
    Das Ueber Ich (Super Ego)
Merupakan aspek sosiologis kepribadian dan aspek moral.
Berfungsi memberikan pemahaman tentang apakah sesuatu benar atau salah, pantas atau tidak, susila atau tidak sehingga tindakan ind sesuai dengan moral masyarakat.
PERBEDAAN KEPRIBADIAN, WATAK, DAN TABIAT
Kepribadian adl “Bagaimana indvd tampil dan menimbulkan kesan bagi ind lain” atau “suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik ind yang memntukan TL dan pemikiran ind scr khas shg ia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya” (Allport, 1951)
Watak ialah kepribadian yang dipengaruhi oleh motivasi yang menggerakkan kemauan shg orang tersebut bertindak. Jadi menunjukkan pada tindakan akibat kemauan yang teguh dan kukuh maka ia dinamakan sebagai orang yang berwatak. Orang berwatak apabila sikap, TL, dan perbuatannya dipandang dari segi norma-norma sosial adalah baik dan sebaliknya.

Temperamen (tabiat), adl gejala kerakteristik dari sifat emosi individu, termasuk mudah tidaknya terkena rangsangan emosi, kualitas kekuatan suasana hati secara fluktuasi dan intensitas suasana hati dan karenanya terutama berasal dari keturunan. Jadi temperamen sifatnya turun temurun dan tak dapat diubah oleh pengaruh dari luar.
TIPOLOGI KEPRIBADIAN
Tipologi C.G. Jung
Introvert,bersifat tertutup, suka memikirkan diri sendiri, tidak terpengaruh pujian, banyak fantasi, tidak tahan kritik, mudah tersinggung, menahan ekspresi emosi, sukar bergaul, sukar dimengerti orang lain
Extravert, bersifat terbuka, lincah dalam pergaulan, riang, ramah, mudah berhubungan dengan orang lain kebal terhadap kritik, tidak begitu merasakan kegagalan.

Tipologi Kretschmer
Tipe Schizothym, bersifat pemalu, banyak fantasi, penyendiri, senang berpikir tentang dirinya sendiri, dan lekas tersinggung.
    Tipe ini dijumpai pada konstitusi tubuh, seperti:
    a. Leptosom-tubuh jangkung
        Ciri fisik: badan langsing kurus, rongga     dada kecil, perut kecil, kaki kurus,     tulang muka kelihatan, dan berat      relatif kurang

    b.    Athletis-tubuh selaras
        Ciri Fisik: Tulang, otot dan kulit kuat,     tinggi, bahu lebar dan kuat, dada besar     dan kuat, leher tegak, muka bulat telur.
Tipe Cycloothim, bersifat aktif, lekas bereaksi dengan emosi yang keras terhadap stimulus dari luar, humoris, mudah bergaul, dan emosi tidak stabil.Tipe ini dijumpai pada konstitusi tubuh yang piknis atau stenis dengan ciri badan gemuk dan pendek, banyak lemak, leher pendek dan perut besar.
GANGGUAN KEPRIBADIAN
PARANOID
    bentuk gangguan kepribadian dengan sifat curiga yang berlebihan dan menonjol.
    Kriteria gangguan kepribadian paranoid dalam DSM-IV-TR.terdapat empat atau lebih ciri-ciri dari gangguan ini:
     Kecurigaan yang bersifat pervasif bahwa     dirinya sedang dicelakai, dikhianati, atau     diekploitasi
     Keraguan yang tidak berdasar terhadap     kesetiaan teman-teman atau para rekanan     dan bahwa mereka dapat dipercaya

 Memberikan makna tersendiri terhadap berbagai tindakan orang lain yang tidak mengandung maksud apapun
 Mendendam atas berbagai hal yang dianggapnya sebagai kesalahan
 Kecurigaan yang tidak berdasar terhadap kesetiaan pasangan hidupnya atau pasangan seksual lain.

SKIZOID
    Kriteria gangguan kepribadian skizoid dalam DSM IV:
     Kurang berminat atau kurang menyukai     hubungan dekat
     Hampir secara aksklusif lebih menyukai     kesendirian
     Kurang memiliki teman
     Bersikap masa bodoh terhadap pujian     atau kritik dari orang lain

HISTORIK atau HISTRIONIK
    Kriteria gangguan kepribadian histrionik dalam DSM-IV:
     Kebutuhan besar untuk menjadi pusat perhatian
     Perilaku tidak senonoh secara seksual yang     tidak pantas
     Memanfaatkan penampilan fisik untuk menarik     perhatian orang lain pada dirinya
     Bicara tidak tepat, penuh semangat     mempertahankan pendapat yang kurang     memiliki ideal
     Menyalahartikan hubungan sebagai lebih intim     dari yang sebenarnya.

ANTISOSIAL
    gangguan kepribadian dengan sifat dan perilakunya berulang-ulang membawa konflik di masyarakat karena dasarnya tidak tersosialisasi. Kriteria gangguan kepribadian Antisosial dalam DSM-IV:
     Berulangkali melanggar hukum
     Menipu, berbohong
     Impulsivitas
     Mudah tersinggung dan agresif
     Tidak bertanggungjawab dan kurang memiliki     rasa penyesalan
     Biasanya dilakukan oleh anak minimal umur     18 tahun
PENTINGNYA PERAWAT MENGETAHUI TIPE KEPRIBADIAN ORANG LAIN
Seorang perawat hendaknya memahami perbedaan kepribadian yang ia miliki dan orang lain serta menyadari ciri-ciri yang khas yang ia miliki agar dapat membantu memudahkan berinteraksi secara positif dengan orang lain.
    Beberapa ciri-ciri kepribadian yang perlu dimiliki seorang perawat adalah:
    a. Penampilan yang menarik,meliputi performance     luar dan sikap terhadap pasien
    b. Kejujuran
    c. Berjiwa sportif
    d. Rendah hati dan murah hati
    e. Ramah, simpati, pandai bergaul
    f.     Pandai menimbang perasaan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar